Banyak enzim yang dapat bekerja bolak balik. Enzim yang dapat mengubah substrat menjadi hasil akhir. Sebaliknya, enzim juga dapat mengembalikan hasil akhir menjadi substrat jika lingkungannya berubah. Contohnya enzim lipase dapat berfungsi sebagai katalisator dalam perubahan lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Enzim lipase juga dapat mengubah kembali gliserol dan asam lemak menjadi lemak (lipid).
Enzim bekerja spesifik, artinya enzim mempunyai fungsi khusus. Untuk perubahan zat tertentu, diperlukan enzim tertentu pula. Jika enzimnya berbeda, hasil akhirnya berbeda pula. Contohnya pada pemecahan rafinosa (suatu trisakarida) yang dilakukan oleh enzim sukrase, akan terurai menjadi melibiosa dan fruktosa. Akan tetapi, apabila dilakukan enzim emulsion, rafinosa akan terurai menjadi sukrosa dan galaktosa.
Cara kerja enzim ada dua macam, yaitu dengan model kunci gembok dan kecocokan terinduksi.
a. Kunci gembok (lock and key)
Enzim dimisalkan sebagai gembok karena memiliki sebuah bagian kecil yang dapat berikatan dengan substrat. Bagian tersebut disebut sisi aktif. Substrat dimisalkan sebagai kunci karena dapat berikatan secara pas dengan sisi aktif enzim (gembok). Hipotesis ini dibentuk oleh Emil Fisher.
b. Kecocokan terinduksi (induced fit)
Pada model ini, penempelan substrat pada sisi aktif enzim akan menginduksi perubahan bentuk sisi aktif enzim menjadi sesuai dengan bentuk substrat. Hipotesis ini dikemukakan oleh Daniel Koshland.
http://www.homeschoolinglogos.esy.es
Tidak ada komentar:
Posting Komentar