Senin, 15 Februari 2016

Enzim

Beberapa reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup terjadi sangat cepat. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. Apabila zat ini tidak ada, proses tersebut berjalan lambat atau tidak berlangsung sama sekali. Zat tersebut adalah enzim.
Enzim dapat mempercepat reaksi kimia dengan cara menurunkan energi aktivitas. Energi aktivitas adalah energi awal yang diperlukan untuk memulai reaksi kimia.
Enzim merupakan biokatalisator, yang artinya dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia. Menurut Kuhne, seorang ahli yang banyak melakukan penyelidikan tentang fermentasi pada tahun 1878, enzim berasal dari kata en  dan zyme yang berarti sesuatu di dalam ragi.
Berdasarkan penelitian-penelitian selanjutnya, diperoleh kesimpulan bahwa enzim adalah suatu protein. Berdasarkan komponen penyusunnya, enzim dibedakan menjadi enzim sederhana dan enzim konjugasi. Enzim sederhana hanya terdidi dari protein. Enzim konjugasi terdiri dari bagian protein dan struktur tambahan yang tersusun dari bahan non protein. Enzim konjugasi disebut juga holoenzim. Bagian yang berupa protein disebut apoenzim  yang umumnya bersifat termolabil atau tidak tahan panas. Struktur tambahan berbahan nonprotein berfungsi untuk meningkatkan kemampuan enzim berikatan dengan substrat. Struktur tersebut dikenal dengan sebutan kofaktor. 
Terdapat dua tipe kofaktor, yaitu koenzim  jika kofaktor tersebut merupakan senyawa organik nonprotein yang terikat secara nonkovalen dengan sisi aktif enzim. Contohnya vitamin B (B1, B2), NAD (Nikotinamide Adenin Dinukleotida) dan FAD (Flavin Adenin Dinukleotida). Kedua, yaitu gugus prostetik jika penyusun kofaktornya merupakan senyawa anorganik seperti logam dan terikat secara kovalen dengan sisi aktif enzim. Contoh gugus prostetik adalah gugus Fe pada hemoglobin serta Mg, Cu dan K pada klorofil.
http://www.homeschoolinglogos.esy.es

Tidak ada komentar:

Posting Komentar